Berita TerkiniKutai TimurKutimParlementer

Ketum DPP PPP Berganti, Begini Respon Uce Prasetyo

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, KUTIM – Telah tersiar luas soal polemik pergantian ketua umum pusat partai berlambang Ka’bah yang sebelumnya diemban oleh Suharso Monoarfa berganti ke Muhammad Mardiono yang kini menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP).

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kutai Timur, Uce Prasetyo, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya di tingkatan daerah mengikuti arahan dari para pimpinan partai. Sebab menurutnya, dinamika terjadi dan berlangsung pada tataran DPP sehingga ia yang berada di DPC tidak memiliki kapasitas atas problem tersebut.

“Arahan pimpinan, ‘kan, kita berpegang pada legal formal, dan legal formalnya sudah ada berupa SK Kemenkumham yang terbaru. DPW memberi arahan seperti itu, ya, samina wa’atona ikut saja mana yang terbaik,” kata Uce, sapaan karibnya, pada hari Rabu (14/9), Siang.

Di samping itu, pihaknya memastikan tidak ikut-ikutan atas kisruh di DPP PPP, dan menurutnya proses pergantian ketua umum tersebut telah melewati serangkaian tahapan yang sahih.

Mulai dari keterlibatan Mahkamah Partai yang sudah melahirkan sebuah keputusan dari berbagai pertimbangan, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pun telah menerbitkan Surat Keputusan Kemenkumham bernomor M.HH-26.AH.11.02. Tahun 2022 tentang Pengesahan Plt Ketua Umum DPP PPP Masa Bakti 2020-2025.

“Apapun itu prosesnya sudah dikaji oleh Mahkamah Partai maupun Kemenkumham legal dan tidak legalnya, ‘kan, setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda baik orang luar maupun internal PPP,” ungkapnya.

Diungkapkan Uce, mekanisme pergantian jelas berlandaskan pada regulasi yang berlaku yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

“Saya melihat pimpinan-pimpinan yang berkonflik di sana dewasa tidak membawa ini berlarut-larut. Berita terakhir, ‘kan, Pak Monoarfa dan ketua yang baru bertemu empat mata, statemant nya pun positif,” ujar Ketua Umum DPC PPP Kutai Timur itu.

Selain itu, sambungnya, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Kalimantan Timur merespons positif polemik di internal partainya. Bahkan diungkapkan Uce, DPW dan masing-masing DPC telah sependapat dengan Plt Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono.

“Kita yakin pimpinan yang di atas itu dewasa lah dan saya melihat disitu dan kita fokus kembali ke tanggung jawab di wilayah atau cabang masing-masing,” jelasnya.

Untuk diketahui, melalui Musyawarah Kerja Nasional di Banten, pada Minggu (4/9/) yang lalu disepakati pergantian pimpinan DPP PPP. Lima hari kemudian yakni tanggal 9 September 2022, Kemenkumham mengesahkan kepengurusan baru di partai berlambang ka’bah itu. (ARF)

Related Articles

Back to top button